SURAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta terus berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga humanis. Langkah ini diwujudkan melalui internalisasi budaya pelayanan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) yang diintegrasikan secara mendalam ke dalam core values ASN BerAKHLAK serta semboyan #banggamelayanibangsa.
Sebagai instansi yang bergerak di garda terdepan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, BPBD Kota Surakarta menekankan bahwa keramahan dan kesantunan adalah pilar utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Sikap siap siaga yang ditunjukkan oleh personel di lapangan selalu dibarengi dengan pendekatan yang santun demi memberikan rasa aman, tenang, dan nyaman bagi warga Kota Solo yang sedang menghadapi situasi darurat maupun saat mengakses layanan administrasi kebencanaan.
Penerapan standar pelayanan yang humanis ini terbukti membuahkan hasil nyata yang dirasakan langsung oleh publik. Berdasarkan rilis data transparansi performa instansi, indeks Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap BPBD Kota Surakarta menunjukkan tren kenaikan yang sangat positif dan konsisten.
Setelah berhasil menutup tahun 2025 dengan nilai rata-rata 90.25, mutu pelayanan yang berlandaskan budaya 5S ini terus merangkak naik secara berkala di sepanjang tahun berjalan 2026. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan nilai SKM Triwulan I (TW.I) sebesar 91.15, yang kemudian kembali meningkat pada Triwulan II (TW.II) hingga mencapai angka 91.27.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta menegaskan bahwa capaian statistik yang memuaskan ini merupakan buah dari kedisiplinan seluruh elemen komando dan staf dalam menerapkan aspek Sopan dan Santun di setiap lini pelayanan. Ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga disampaikan kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan umpan balik positif serta kepercayaan penuh.
Ke depan, BPBD Kota Surakarta berkomitmen untuk tidak lengah dan akan terus menjadikan budaya 5S sebagai identitas melekat di setiap helai seragam jingga. Sinergi antara ketangguhan operasional dan kelembutan pelayanan ini diharapkan dapat terus menjaga marwah Surakarta sebagai kota yang berbudaya, pradaya, sekaligus tangguh dan selamat bersama dalam menghadapi setiap potensi bencana.