Tanamkan Budaya Siaga Sejak Dini, BPBD Kota Surakarta Berikan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Pada MPLS di SD Negeri Panularan

13 Juli 2026 | oleh Admin BPBD
Icon

SURAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kota Surakarta) turut serta menyukseskan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru dengan memberikan pembekalan khusus bagi para peserta didik. Pada hari Selasa, 14 Juli 2026, tim edukasi BPBD menyambangi SD Negeri Panularan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, untuk mengisi materi penting mengenai sosialisasi dan kesiapsiagaan bencana alam.
Bertempat di halaman sekolah, kegiatan ini diikuti secara antusias oleh ratusan siswa-siswi yang duduk rapi beralaskan paving. Membuka jalannya pemaparan materi, petugas dari BPBD Kota Surakarta mengenalkan berbagai jenis potensi bencana yang kerap terjadi di lingkungan sekitar, seperti banjir dan gempa bumi, serta langkah-langkah penyelamatan mandiri yang harus diambil guna meminimalisir risiko cedera.
Untuk mempermudah pemahaman anak-anak, tim instruktur BPBD tidak hanya menyampaikan teori dasar, melainkan juga membawa alat peraga kebencanaan langsung ke lokasi. Di area depan halaman sekolah, tampak disiapkan perlengkapan penyelamatan air seperti beberapa unit jaket pelampung (life jacket) berwarna oranye terang di atas meja peraga. Melalui media visual dan praktik simulasi sederhana ini, para siswa diajarkan cara penggunaan alat keselamatan kerja penanggulangan secara tepat.
Kepala Sekolah beserta jajaran guru pendamping menyambut baik inisiatif kolaboratif ini. Pembekalan edukasi mitigasi kebencanaan di sela-sela kegiatan pengenalan sekolah dinilai sangat krusial agar anak-anak memiliki kesadaran, ketangguhan, dan pemahaman dini terhadap aspek keselamatan di lingkungan sekolah maupun rumah.
Melalui program "BPBD Goes to School" dalam rangkaian MPLS 2026 ini, BPBD Kota Surakarta berharap dapat terus memperluas cakupan sekolah tangguh bencana di wilayah Solo, sekaligus mencetak generasi muda yang tanggap, tangguh, dan siap siaga menghadapi situasi darurat demi mewujudkan semboyan "Selamat Bersama".